Le79le's website

Our website

20
Ap
Belajar Menganalisa Prediksi Dalam Pertandingan Bola
20.04.2018 06:36


Tatkala menonton pertandingan sepakbola dalam layar kaca kita terkadang disajikan kampanye tebak skor yang dilakukan para empu. Walau mempesona, saya bukan percaya tumbuk skor ialah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir 1 buah pertandingan.

Berbeda dengan menebas siapa menyunggi yang dengan menang -- atau jika pertandingan akan berakhir beserta seri. Memenggal seperti itu natural saja dikerjakan, walau saat akhirnya sepak bola itu buntar sehingga pemimpin pun sering kali melenceng diprediksi. Kenapa? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini saya akan dukung beberapa trik membuat perkiraan yang langsung. Bukan menandakan saya selalu benar pada memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, meski pun dengan lumayan berbangga (sediiiikit saja) aku memiliki rekor kebenaran dugaan yang sempurna tinggi: pukul rata 3 dari 4 bayangan saya sesuai kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, hamba memprediksi mau terjadi All German kesimpulan di Perkongsian Champions. Di final, dikategorikan di depan beribu-ribu warga Surabaya yang tumpah sebuah kalender nonton bareng, saya menjangka Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu kelebihan. Sebelum itu saya pula meyakini jika Atletico Madrid akan memenangkan Copa Del Rey. Final, saya mencari Belanda bakal mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah; bayangan bisa sahih bisa melenceng, tapi yang penting satu prediksi total harus punya dasar logika atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka faktor keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap saja tidak bisa diprediksi secara 100%, bahkan prediksi menyerempet skor simpulan. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi merabung tajam.

Abdi ajak Kamu untuk menelaah beberapa dugaan terakhir saya guna menjabarkan beberapa kepercayaan penting yang saya tetap akan produktif bagi Kamu saat menguji memprediksi perbandingan.

Di antara dugaan yang saya sebut pada atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali hal mistar tiang Atletico]. Walaupun demikian tersedia logika dalam belakang dugaan tersebut: Atletico juara walau Real Madrid jauh lebih berkualitas. Prasarana masa memberitakan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Dari media heran saya menelan kabar bahwa Ronaldo dan Mourinho pula tidak sesuai (berita hal hal itu baru menongol di Nusantara beberapa waktu lalu). Sebagai pelatih abdi paham benar arti kesentosaan tim dalam dan di luar tanah lapang dan dampaknya bagi prestasi tim. Sesuatu ini disematkan faktor Falcao yang pada itu on fire, yang membuat saya degil memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di dalam tim, paling utama saat satu turnamen berlanjur di mana pemain pantas terus bertepatan tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip antisipasi 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat sayembara cup, kemonceran striker amat menentukan. Ketika pertandingan liga kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta semua elemen menyunggi lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menetapkanmengukuhkan, menjadikan, walau daya keseluruhan menjulang juga harus dipertimbangkan.

Saat memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Indonesia saya menentang hati nurani. Berdasar pada subjektif aku membela Nusantara tentunya. Tapi, saat mengenakan kacamata bertato objektivitas, kita semua tepat setuju kalau Belanda rumpang di bagi Indonesia. Lalu mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih mendorong? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat tetapi Indonesia bakal bermain padat gairah, jadi akan siap mereduksi perselisihan kualitas. Oleh sebab itu, skor tipis atau gede bisa aja diprediksi beserta sound logic -- namun kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips perkiraan 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat bayangan. Kita mahir selalu berharap tim mahkota kita menang, tapi ketika membuat bayangan tentu logika harus diutamakan di untuk fanatisme membenang.

Saya tersenyum saat menafsirkan di sebuah media perihal tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini secara tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir kali. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kontrol Dortmund bertolak pada fakta-fakta tersebut. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut memukau dan memang benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun beserta pertandingan final Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah bukti dengan keaslian yang lain adalah salah satu rupa dari sekian banyak tingkah fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terpancing para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), namun dijual seakan akan sedang menjadi mintakat membuat satu prediksi pertentangan.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan sempang Dortmund vs Bayern pun dimunculkan sampai bertahun-tahun ke belakang. Karena cerita statistik Dortmund memang mulia saat menggulung Bayern, besar yang lantas menilai BVB akan mampu mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Sesuatu ini jahat. Mengapa? Karena statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Agen judi bola terpercaya Statistik dahulu musim pula biar tidak sanggup dengan sama sekali menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim mulai pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips bayangan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan sempang kedua menjimbit yang paling dekat dengan saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini aja.

Karena perkiraan saya kerap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), penuh pihak mohon saya menenung berbagai festival lainnya. Mayoritas saya abaikan atau beta tolak secara alasan luka paham hal kekuatan kedua tim. Dalil saya berikut senafas secara tips bayangan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat prediksi tanpa dilatar belakangi laporan dan warta yang elok mengenai menjulang atau liga tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari menghasilkan prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil jadi pakar tentang semua permufakatan yang ada. Akui sekadar.

Tips bayangan 7: Kalian juga gak seharusnya meneka setiap festival. Ada waktunya pertandingan benar sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua tim menurut Anda 50-50. Kalau sudah demi tahan bangun, hindari memaksakan diri menciptakan prediksi. Dengan demikian prosentase kejituan prediksi anda akan meningkat.

Masih banyak proporsi lainnya yang bisa & patut diterapkan dalam memproduksi sebuah dugaan yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat beta berhenti hingga di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh petunjuk prediksi ini. Sebuah antisipasi yang berkualitas, baik betul maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada dalam belakangnya.

Comments


Free website powered by Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!